Bercocok tanam secara hidroponik adalah metode budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanam tanah. Secara harfiah, hidroponik berarti menanam dalam air yang memiliki kandungan campuran hara. Berikut panduan hidroponik sederhana untuk pemula.

Budidaya tanaman dengan metode hidroponik cukup dikenal karena kemudahannya. Sebagai pemula yang belum mengenal ilmu pertanian, tidak perlu khawatir karena hidroponik ini sangat mudah diaplikasikan oleh siapapun.

Berikut panduan hidroponik sederhana untuk pemula:

Ada tiga tahapan dalam budidaya tanaman dengan metode hidroponik, yaitu:
1. Penyemaian
2. Penyiapan nutrisi
3. Penyiapan sistem wick

1. Tahap Penyemaian

Pada tahap penyemaian, bahan yang digunakan untuk proses penyemaian adalah wadah atau papan semai, rockwoll, dan benih.

  • Siapkan rockwoll lalu rendam dalam air bersih selama 5-10 menit atau sampai air terserap penuh, setelah itu angkat lalu tiriskan.
  • Masukkan rockwoll ke dalam wadah atau papan semai.
    Lubangi rockwoll dengan menggunakan tusuk gigi. Untuk satu rockwoll bisa diisi dengan 1-2 benih, sehingga lubang yang dibuat adalah 2 lubang dengan kedalaman 3 kali ukuran benih tersebut.
  • Ambil benih dengan menggunakan pinset atau tusuk gigi yang dibasahi bagian ujungnya. Masukkan benih ke dalam setiap lubang yang sudah dibuat di media rockwoll tadi.
    Setelah semua benih telah disemai, tutupi wadah dengan plastik hitam, lalu letakkan wadah atau papan semai di lokasi yang tidak terkena sinar matahari.
  • Lakukan penyemprotan setiap pagi dan sore untuk melembabkan media.
  • Setelah 1-2 hari, benih akan mengeluarkan kecambah. Saat itu, penutup plastik bisa dibuka dan biarkan terkena sinar matahari setiap pagi.
  • Satu minggu kemudian, akan tumbuh 3-4 daun maka saat itulah tanaman sudah siap dipindahkan.

2. Menyiapkan Nutrisi

Untuk hidroponik, pemberian nutrisi terdiri dari nutrisi A dan nutrisi B yang banyak dijual di toko perlengkapan tani dan perkebunan.

Cara menyiapkan nutrisi A:

  • Siapkan air sebanyak 500ml dalam wadah 1, lalu masukkan semua nutrisi A dan aduk hingga bercampur merata

Cara menyiapkan nutrisi B:

  • Siapkan air sebanyak 500ml dalam wadah 2, lalu masukan semua nutrisi B dan aduk hingga bercampur merata.

Untuk mencairkan kedua nutrisi tersebut maka dibutuhkan air bersih dengan perbandingan 1 liter air : 5ml nutrisi A +5ml nutrisi B.

3. Menyiapkan sarana untuk sistem Wick

  • Bahan yang dibutuhkan untuk pengairan hidroponik atau sistem wick adalah bak plastik yang bisa menampung air dan tidak bocor, styrofoam sesuai ukuran bak plastik yang digunakan, dan netpot yang akan digunakan sebagai wadah atau pot untuk tanaman.
  • Siapkan juga kain flanel yang akan difungsikan sebagai sumbu untuk mengalirkan nutrisi ke tanaman.
  • Styrofoam dilubangi sesuai dengan ukuran netpot, lalu pasangkan kain flanel pada netpot.
  • Masukkan bibit tanaman ke dalam netpot, setelah itu netpot kita tempatkan pada lubang di styrofoam yang sudah kita buat tadi.
  • Letakkan styrofoam di atas bak yang berisi cairan nutrisi campuran A/B.
  • Jangan lupa untuk selalu memeriksa nutrisi setiap 2 hari sekali, tambahkan jika kurang.

Demikian panduan hidopronik sederhana untuk pemula.

Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here