Manfaat dan dampak buruk petai

0
Petai memiliki aroma dan cita rasa yang khas sehingga menjadi salah satu makanan paling umum di negara ini. Tapi tahukah Anda? Petai ternyata memiliki sejumlah manfaat tapi juga dampak buruk jika terlalu berlebihan mengkonsumsinya.

Petai mengandung zat yang mudah menguap seperti 1,2,4-trithiolane, 1,3,5-trithiane, dan 3,5-dimetil-1,2,4-tritiolane. Zat hidrogen sulfida dan etanol juga ditemukan dalam petai. Kandungan dalam petai inilah yang membuatnya memiliki aroma yang sangat khas.
Walaupun menyisakan aroma yang kurang sedap bagi yang memakannya, ternyata petai memiliki sejumlah manfaat loh. Manfaat tersebut tak lain karena petai memiliki kandungan lain seperti gula, serat, tripotan, vitamin B6, besi, kalium, dan antasida. Kandungan-kandungan ini memiliki fungsi sebagai anti kanker, pemulihan depresi, tekanan darah, diabetes, kegemukan, dan sindrom pramenstruasi.
Tidak hanya itu, kandungan senyawa antibakteri dan anti jamur berupa polisulfida siklis memberikan efek anti bakteri dan anti jamur yang bermanfaat bagi ginjal, ureter dan kandung kemih.
Namun begitu, walaupun petai memiliki kandungan yang baik dan bermanfaat untuk tubuh tapi jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan tentu tidak baik bagi kesehatan. Kandungan asam amino yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat memicu rusaknya ginjal.
Selain itu, petai juga memiliki kandungan asam jengkolat seperti yang ditemukan pada jengkol. Zat ini dapat memblokir tubula urine dan bisa menyebabkan rasa sakit, haematuria bahkan kematian jika mengkonsumsi sekaligus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here